Benarkah Obat Herbal Lebih Aman Dari Obat Medis?

Benarkah Obat Herbal Lebih Aman Dari Obat Medis?

Saat tubuh Anda mengalami sakit, terkadang ada kebimbangan untuk menyembuhkannya. Pilihannya apakah akan datang dan periksa ke dokter atau menggunakan cara alternatif dengan membuat ramuan obat herbal. Anda termasuk tim yang mana?

Untuk jenis obat, masyarakat biasanya memberikan label obat kimia dan obat herbal. Obat kimia identik dengan obat dokter yang diracik melalui proses kimiawi. Sementara jenis obat herbal dikenal sebagai obat yang bahannya alami berasal dari alam. Apakah anggapan ini benar adanya?

Ternyata anggapan ini salah. Baik obat herbal maupun obat kimia sama-sama berbahan dasar dari alam atau tanaman. Lalu di manakah perbedaannya?

Obat herbal biasanya menggunakan tanaman yang utuh, langsung tanpa penyaringan khusus untuk mendapatkan bahan aktif. Praktisi obat herbal meyakini bahwa penggunaan tanaman secara utuh akan mengurangi efek samping dari penggunaan obat tersebut.

Pada obat herbal, penggunaan tanaman berbeda dalam satu waktu lumrah dilakukan. Alasannya, hal ini dipercaya dapat memberikan efek berkesinambungan dan meningkatkan efektivitas obat yang diracik. Sebenarnya, penggunaan berbagai jenis tanaman seperti sbobet88 itu berlawanan dengan praktik di dunia kedokteran modern.

Sementara itu obat kimia biasanya menggunakan teknologi khusus untuk mengambil ekstrak atau bahan aktif tertentu dari tanaman yang digunakan sebagai bahan dasar. 

Obat herbal dikatakan lebih aman?

Akhir-akhir ini pengobatan dengan cara herbal memang sedang digemari. Bahkan beberapa orang sudah beralih dari obat kimia atau obat medis yang biasa diperoleh dari apotek ke obat-obatan herbal. 

Meskipun obat herbal sudah dimanfaatkan sejak dulu, namun penelitian ilmiah yang mempelajari keamanan obat tersebut jumlahnya masih terbatas. Peredaran obat herbal juga tidak diatur seketat obat medis. Jadi tingkat keamanan obat herbal masih belum bisa dipastikan.

Hingga saat ini, belum ada standar yang jelas atas ketersediaan obat herbal. Jenis obat ini bisa hadir dalam beberapa bentuk misalnya bubuk yang diencerkan menjadi sebuah ramuan atau kapsul. Selain itu derajat kandungan bahan aktif di obat herbal dan dosis yang disarankan juga belum ada.

Menurut sebagian orang, mengonsumsi obat herbal dipercaya tidak mengalami efek samping. Hal ini sangat bertolak belakang dengan obat medis yang memiliki efek samping, misalnya mengantuk, merusak ginjal, jantung berdegup kencang, sakit kepala, mual dan sebagainya.

Selain itu obat herbal memiliki manfaat dapat mengobati penyakit kronis. Hal ini diyakini karena obat herbal cukup aman jika dikonsumsi dalam waktu yang lama sehingga penyakit yang membutuhkan penanganan berlanjut, dapat diatasi dengan obat-obatan alami. Karena obat herbal relatif lebih mudah dan didapatkan dengan harga terjangkau dibandingkan dengan obat medis dengan resep dokter, jadi obat alami dikatakan lebih unggul. 

Meski dikatakan lebih baik dari obat medis, ternyata tidak semua orang bisa mengonsumsi obat herbal. Terkadang ada rempah yang mengandung zat kimia yang berpotensi menimbulkan efek samping merugikan. Misalnya temulawak. Temulawak terkenal ampuh sebagai obat peningkat nafsu makan dan mampu mengatasi sembelit, namun tidak banyak yang mengetahui bahwa temulawak bersifat mengencerkan darah yang bisa menyebabkan pendarahan ginjal kronis pada penderita penyakit hati. 

Risiko terasanya efek samping juga bisa dari obat impor yang terkontaminasi dengan bahan kimia pertanian atau partikel lain yang masuk selama proses produksi di negara asalnya. Misalnya saja obat-obatan herbal yang diragukan kesegaran dan kualitasnya bisa jadi mengandung jamur yang memproduksi aflatoksin yang merusak bagian hati. 

Ada juga hal yang harus diwaspadai nih, penggunaan obat herbal yang dikonsumsi bersamaan dengan obat medis tetap berpotensi menimbulkan efek samping. Salah satu efek samping kombinasi obat ini yaitu interaksi Echinacea dan steroid anabolik yang dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati (hepatotoksisitas).

Hal yang membuat obat herbal dikatakan tidak memiliki efek samping karena pengaturan pengobatan herbal masih belum ketat, jadi gambaran pasti mengenai efek samping obat alami masih tidak jelas terlihat. 

Penggunaan obat herbal tidak bisa dilakukan sembarangan ya, karena reaksi penerimaan pada tubuh setiap orang terhadap obat-obatan bisa berbeda-beda. Meski pasien mengalami penyakit yang sama dan mengonsumsi  obat herbal sejenis, namun belum tentu obat itu memberikan efek yang serupa dan bukan berarti tidak memiliki efek samping. Hal ini seringkali diabaikan oleh pasien. Padahal jika hal ini dibiarkan terus menerus akan berakibat fatal terhadap kesehatan pasien.

Jika Anda tetap memilih pengobatan herbal, alangkah lebih baik jika Anda melakukan konsultasi ke ahli obat-obatan atau ke dokter. Terlebih jika mengonsumsi obat medis dan obat herbal secara bersamaan. Tentunya hal ini memberikan efek yang berbahaya bagi organ dalam pasien. Dosis dalam mengonsumsi obat herbal juga mesti diperhatikan, jika terlalu sering dan berlebihan, akan berdampak tidak baik terhadap tubuh. Bukannya menyembuhkan penyakit, justru menciptakan penyakit baru bagi Anda.

This entry was posted in Kesehatan and tagged . Bookmark the permalink.